0
13 Agu


Bulan Ramadhan telah berlalu, buah latihan bulan tersebut yaitu “menjadi orang yang bertaqwa”, bisa kita lihat pada bulan setelahnya. Bulan Syawal sepertinya waktu yang tepat untuk menjadwal ulang waktu minimal untuk ibadah langsung kita kepada Allah SWT, meski secara harfiah arti syawal berarti meningkat, mungkin tak akan pernah menyamai kuantitas ibadah kita di bulan Ramadhan dengan rutinitas seperti Puasa di siang hari, Sholat Tarawih, Tadarus Al-Qur’an dan ibadah lainnya. Dan jangan pernah membayangkan nilai pahala di bulan selain Ramadhan yang bisa membandingi di bulan Ramadhan , maka pantaslah kalau Nabi SAW menyebutkan sungguh rugi orang yang mendapati Ramadhan tapi tak mendapatkan ampunan Allah selesai Ramadhan itu.

Menjadwal ulang waktu minimal untuk ibadah langsung kita kepada Allah adalah sebuah upaya agar waktu kita tidak terus tersita oleh kesibukan duniawi yang melalaikan. Pedoman seperti di sebutkan Imam Ghazali 1/3 untuk ibadah , 1/3 untuk usaha dunia, 1/3 untuk istirahat , khusus bagi saya terasa berat, tapi ada yang harus menjadi tolok ukur seperti dahulukan ibadah wajib dulu, baru sunnahnya. Shalat fardlu 5 waktu usahakan awal waktu dan berjamah, kemudian sempurnakan dengan shalat sunnah rawatib yang mengiringinya sebagai penambal kekurangan dan kelalaian ibadah shalat fardlu tersebut. Juga kita juga harus mencari ilmu tentang keutamaan dari ibadah tertentu, biar semangat , misal tentang keutamaan shalat berjamaah terutama Berjamaah Isya dan Shubuh, keutamaan beribadah antara magrib dan isya, keutamaan shalat sunnah fajar, sunnah tahajud, sunnah dluha, keutamaan beribadah antara shalat subuh sampai isyrok / dluha, Kalau waktu kita terbatas atau mungkin malas cukup dua rokaat saja sebagai latihan asal kontinu, mengenai waktu yang utama tadi mungkin kita sediakan waktu seminggu sekali atau sesempat kita asal ada kemauan aja sebagai tanda keseriusan kita, dan sungguh beruntung yang mendapat Pembimbing yang mumpuni tentang masalah tersebut.

Kalau menurut tuntunan Syehuna Habib Umar, setelah shalat fardlu baca syahadat 3 kali. Logikanya shalat fardlu kita belum tentu diterima, berarti dosa yang telah kita perbuat. Istigfar memang menghapus dosa , tapi apa artinya permohonan ampun yang disertai kelalaian, apalagi mungkin selama sebelum sholat ada I’tikad dan perbuatan kita yang menyebabkan kita keluar dari agama Islam yang hanya bisa dikembalikan dengan mengucapkan syahadat. Dengan mengucapkan syahadat yang dimaknai, kita kembali membenarkan tuhan kita hanya Allah, dan kita melaksanakan syariat yang dibawa oleh utusan terahir Allah yaitu Muhammad SAW, setelah kita mengetahui /merenung apa yang melenceng dari ikrar syahadat kita barulah kita beristigfar.

Perhatikan pengutamaan syahadat dari istigfar pada ayat 19 Surat Muhammad : “ Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”

Selain itu kita harus belajar memaknai rutinitas ibadah kita, ada tujuan dari syariat rukun Islam, seperti buah shalat dalam alquran disebutkan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, bagaimana kalau kita shalat terus maksiat jalan (STMJ), bukan sholat nya yang bermasalah tapi pelaku sholatnya yang bermasalah karena tak mengindahkan syarat dan rukunnya, perhatikan ayat 4-7 surat Al-Maa’uun :

“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya[1603], dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].”

[1603] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.

[1604] Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.

Syariat Puasa Ramadhan yang diwajibkan bagi orang yang beriman pun memiliki tujuan “agar menjadi orang yang bertaqwa.”Taqwa adalah kata yang padat makna mencakup semua perintah dan larangan ajaran agama Islam.

Jadi sudah seharusnya kita melangkah lebih maju jangan hanya beribadah sekedar menggugurkan kewajiban syariat, ada makna yang harusnya kita capai dari ibadah tersebut. Orang dengan kepribadian sekelas Shalahudin al Ayubi yang begitu mendalami islam, yang dikagumi dunia barat, pada masa Perang Salib sampai sekarang, tak mungkin tercipta kalau hanya beribadah sebatas menggugurkan kewajiban syariat Islam, dan Beliau tentulah mempraktekan konsep “Iman – Islam – Ihsan ” secara menyeluruh tak sepotong- sepotong , pribadi seperti itulah yang mestinya menjadi teladan bagi orang yang bertaqwa, yang membawa nama harum Agama Islam, yang telah membuktikan bahwa ketika Islam telah punya kekuatan untuk membalas tak memuntahkan amarah dan membalas dendam, perlakuan tentara Salib sebelumnya tetapi malah memberi maaf dan mengayomi.

Meminjam istilah dalam buku Ipho S “7 Keajaiban Rejeki” , lingkar diri dulu yang harus dirobah baru lingkar keluarga, lingkar sesama, lingkar semesta akan mengikuti, tanpa adanya perubahan dari diri kita sendiri mimpi Islam menjadi rahmat seluruh alam, tak mungkin tercapai. Atau kalau mimpi itu terlalu muluk paling tidak kewajiban kita memimpin diri sendiri agar selamat dunia aherat telah kita laksanakan.

Masya Allah La quwatta illa billah.



Dikirim pada 13 Agustus 2013 di Resensi Buku dan Artikel


Distro Sabily adalah sistem operasi Linux turunan Ubuntu yang di kemas dengan berbagai program untuk kebutuhan sehari-hari, untuk multimedia telah mendukung format mp3 dan flv, ada program firewall Nanny untuk menyaring internet,dan juga bisa belajar dan mendalami Islam misal ada Zekr untuk mendengar dan belajar Al-Qur`an, dan macam-macam dech, silakan dicoba kalau ragu versi livenya tanpa instal, kalau udah yakin baru install mungkin dual booting , disamping windows anda dan cara menginstalnya pun mudah tidak perlu pemartisi asal ada ruang kosong 5 Gb udah bisa instal di Kompi anda, kali ini saya sedikit kopas meski udah telat tentang program Stellarium, yang sudah terbundel kalau kita menginstal Sabily, stellarium versi windows juga ada!

Meskipun bukan ahli astronomi, kita dapat menggunakan Stellarium pada Sabily untuk menentukan bulan baru atau hilal. Sepertinya kalau sudah praktek Stellarium sih ngak akan ada lagi artikel “Ngak jadi lebarannya !”

Langsung saja kita buka Stellarium pada Sabily (Aplications – Science - Stellarium) , bagi pengguna Windows ada juga versi windowsnya!

# Atur wilayah pengamatan misal dari Jakarta dengan klik icon kiri paling atas (Location window atau F6). Jika ingin melihat tampilan yang bersih , klik icon kiri ketiga dari atas ( Sky and viewing options window atau F4), lalu klik bar Lanscape dan pilih Ocean.

# Atur waktu dengan klik icon kiri kedua dari atas (Date/time window atau F5) ke tanggal 8 juli 2013 , senin sore anda bisa atur waktu sendiri sampai matahari terbenam (ini hanya perkiraan) misal pada gambar pukul 17.56 WIB, lalu cari matahari dengan klik kiri nomor empat dari atas (Search window atau F3), lalu ketik Sun yang ada di ufuk barat saat matahari terbenam dengan ketinggian nol (Alt atau altitude = 0), kita bisa atur bahasa pada opsi pengaturan F2 kalo nga ngerti sun sih :)

# Cari bulan (Klik search/F3, ketikan moon) dan baca penjelasan moon pada saat matahari terbenam itu di kiri atas layar. Ternyata ketinggian (Alt atau altitude ) bulan -1,23 derajat. Artinya bulan lebih dulu terbenam sebelum matahari terbenam.

gambar atas

# Ubah waktu ke tanggal 9 juli 2013 pukul 17.59 hampir 1 Ramadhan versi pemerintah, atau saat matahari tenggelam . Ternyata saat matahari terbenam, bulan telah diatas ufuk sekitar +8,58 derajat,



# Ubah waktu ke tanggal 7 Agustus 2013 pukul 17.54 hampir 1 Syawal, pada keterangan bulan sudah berada diatas matahari terbenam sekitar +3,16 derajat.



Dikirim pada 09 Agustus 2013 di software
Awal « 1 » Akhir
Profile

berusaha memperbaiki diri dan berharap syafaat para pemberi syafaat More About me

Page
Tag

    Sedia DVD ROSETTA STONE/SOFTWARE BELAJAR MULTI BAHASA cuma Rp15.000/DVD hubungi 081324405889! maaf sedang di Brunei

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

    Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

    Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."(QS. Thoha:124-126)

    “Ya Allah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan dari azab neraka ,dari fitnah kehidupan dan setelah kematian dan dari buruknya fitnah Dajjal.(HR. Bukhori -Muslim)”

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan orang yang menindas(ku)(HR. Bukhori). ”

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 637.901 kali


connect with ABATASA