0
Dikirim pada 21 Januari 2012 di asysyahadatain

Ketika kesabaran berada pada titik terendah, kadang terpikir oleh saya “Alangkah baiknya kalau saya hanya berupa tanah”, atau mungkin “Andai saja saya tak dilahirkan ke dunia ini”. Hal yang sama terekam dalam surat maryam:23,  “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Kalau tak salah Sayidina Abu bakar RA , juga pernah berucap, #“ Saya berharap hanya menjadi setumpuk rumput yang dimakan ternak”. Atau hal yang hampir serupa dengan ungkapan Sayidina Umar bin Khattab RA, ketika menjelang wafatnya, saat sedang wukup, beliau membuat gundukan seperti makam samba berdo’a #“ Ya Allah telah berkurang kekuatanku, sedang rakyatku sudah tersebar luas, panggillah aku dalam keadaan tidak lalai”.

Kalau saya tak salah dalam al qur’an, ungkapan cobaan disebut dengan “sedikit ” , sedangkan nikmat disebut dengan jumlah “yang tak terhingga”, mungkin ini patut saya renungkan perbandingan antara cobaan yang sedikit dengan nikmat yang tak terhingga. # Dalam Al hikam disebutkan bahwa di aherat nanti manusia berharap, di dunia diberi cobaan dengan dicincang tubuhnya, mengingat besarnya pahala sabar. Tadi malam saya lihat berita 5 Mahasiswa Maroko yang berdemo dengan membakar diri. Naudzubillah, saya sih nga mau seperti itu sih. Mungkin karena putus asa menghadapi tuntutan hidup yang berat. Inilah perlunya kecerdasan spiritual.

Ketika saya pikir lagi, sudah bekal  belum cukup, shalat jarang khusyu, sedekah dan amal lain bercampur riya, yang sangat jauh diterima, atau mungkin  termasuk tulisan ini. Belum lagi dosa yang menggunung yang belum tentu diampuni. Sedang Umar bin Khathab RA saja ketika menjelang ahir umurnya lalu disebutkan amal-amalnya,# Beliau berharap impas antara amal dan dosanya. Malu dong!. Belum lagi kalau ingat Hadits Nabi SAW yang kurang lebih berbunyi #“ Pada zaman ahir akan datang suatu masa, malam masih beriman siangnya sudah menjadi kafir, siangnya beriman malamnya menjadi kafir”, jangan-jangan saya masuk golongan ini!

Mungkin inilah sebagian faedah dari kalimat Syahadat dua yang diajarkan Syehuna, yang minimal diamalkan 3 kali selesai shalat fardlu. Untuk mencegah saya bolak balik dari muslim ke kafir.  Ah ini sih pendapat Si Bodoh, yang cuma bisa mengekor Gurunya. Tapi kalau saya pikir, anjing ashabul kahfi ,yang tak punya pikiran saja,  bisa masuk sorga cuma karena mengikuti orang yang diberi petunjuk, mungkin manusia bisa juga.

Saya berharap dengan kalimat Syahadat  yang didawamkan, mudah-mudahan bisa meresap, bersama dengan yang saya cintai, selamat sampai akherat.

# tanda ungkapan seingat saya, karena sudah lama tak membaca buku itu, tidak dengan referensi yang valid, insyaAllah akan saya perbaiki.  (maap kalau narsis)

 

 



Dikirim pada 21 Januari 2012 di asysyahadatain
comments powered by Disqus
Profile

berusaha memperbaiki diri dan berharap syafaat para pemberi syafaat More About me

Page
Tag
berjalan

    Sedia DVD ROSETTA STONE/SOFTWARE BELAJAR MULTI BAHASA cuma Rp15.000/DVD hubungi 081324405889! maaf sedang di Brunei

quote

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

    Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

    Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."(QS. Thoha:124-126)

    “Ya Allah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan dari azab neraka ,dari fitnah kehidupan dan setelah kematian dan dari buruknya fitnah Dajjal.(HR. Bukhori -Muslim)”

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan orang yang menindas(ku)(HR. Bukhori). ”

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 648.777 kali


connect with ABATASA