0
01 Okt
Dikirim pada 01 Oktober 2012 di asysyahadatain

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Ali ‘Imron : 18)

 “Pada suatu hari Rosulullah saw sedang duduk dalam keadaan sedih, tiba-tiba Jibril mendatanginya dan berkata:Ya Rosulullah apa yang menjadikan engkau bersedih padahal Allahsudah memberikan lima perkara untuk ummatmu yang mana Allah tak pernah memberi kepada siapapun sebelummu.

Pertama : Allah berfirman Aku dalam persangkaan hamba-Ku, tiada akan mengingkari      persangkaan hamba-Ku

Kedua  : Barang siapa yang menutupi aib hamba-Ku di dunia maka Aku tidak akan menampakkan kejelekannya pada hari kiamat.

Ketiga     :  Pintu tobat tidak akan ditutup selama ruh umatmu belum sampai ke tenggorokan.

Keempat : Barangsiapa yang sebelum mati walaupun berdosa sepenuh bumi akan diampuni dosanya sesudah membaca dua kalimat syahadat.

Kelima : Dibebaskan siksaan atas ummatmu dengan berkah do’anya orang-orang yang masih hidup.

Dari Ibnu Abbas ra berkata Allah menciptakan ruh 4000 tahun sebelum menciptakan jasad dan Allah menciptakan rizki 4000 tahun sebelum menciptakan ruh. Maka Allah menyatakan pada diriNya sendiri, sebelum ada langit dan bumi, daratan maupun lautan. Maka Allah berfirman : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ”

 “Dari  Abu Bakar shiddiq ra, bahwasanya Dihyatal Kalbi dari bangsa arab. Rosulullah menyukainya masuk islam karena dia itu mempunyai 700 anggota keluarga. Dan Rosulullah memohon kepada Allah mudah-mudahan Dihyatal Kalbi memeluk agama Islam, Allah menurunkan wahyu kepada Rosulullah ketika Rosul usai sholat shubuh.”Wahai Muhammad Aku meletakkan cahaya iman dalam hati Dihyatal Kalbi dia sebentar lagi akan masuk keruanganmu.” Maka tatkala Dihyatal Kalbi masuk masjid, Rosulullah mengangkat rida(selendang)dari punggungnya dan dihamparkan ke bumi sebagai isyarat supaya Dihyatal Kalbi duduk diatas selendang tersebut, maka Dihyatal Kalbi melihat penghormatan dari Rosulullah itu lalu menangis, kemudian Dihyatal Kalbi mengambil selendang Rosulullah lalu menciumnya dan meletakan diatas kepalanya sambil berkata : “Ya Rosulullah apakah syaratnya Islam? Berilah aku pelajaran!”, maka Rosulullah saw bersabda: “Bacalah dua kalimat syahadat!” Kemudian Dihyatal Kalbi menangis. Maka Rosulullah saw bertanya: “Apakah kedatanganmu itu karena untuk memeluk agama Islam, atau perkara lainnya?” Dihyatal Kalbi menjawab: “Ya Rosulallah, aku telah berbuat dossa yang besar , tanyakanlah pada Tuhanmu apa peleburnya ya Rosulallah?” Apabila Tuhan menyuruhku agar aku dibunuh, maka aku akan membunuh diriku, dan jika Tuhan menyuruh aku mengeluarkan harta shodaqoh maka aku akan mengeluarkannya. Rosulullah bertanya: “Apa dosamu wahai Dihyah?” Dihyah menjawab: “aku ini rajanya orang arab, aku punya anak perempuan 70, supaya tidak punya suami, anakku kubunuh dengan tanganku sendiri, sebab aku malu kalau diucapkan oleh seseorang bahwa si fulan jadi menantu raja Dihyah.” Kemudian Rosulullah bingung dalam perkara itu, maka Jibril turun dan berkata: “Ya Rosulallah, katakan pada Dihyah demi kemulian-Ku, demi keagungan-Ku, sesudah kamu baca dua kalimat syahadat maka Aku maafkan kekafiranmu selama 60 tahun dan mencelamu pada-Ku 60 tahun, maka bagaimana tidak akan memaafkanmu yang membunuh anak perempuanmu.”                      

Berkata Abu Bakar shiddiq, maka Rosulullah menangis bersama shahabatnya dan Rosulullah berdo’a: ”Wahai Allah Tuhanku, Engkau memaafkan Dihyah yang membunuh anak-anak perempuannya sebab mengucapkan kalimat syahadat satu kali, maka bagaimana Engkau tidak mengampuni orang mukmin yang berdosa kecil, sedangkan mereka mengucapkan kalimat syahadat berkali-kali.”

” Dari Ali karromallahu wajhah, bahwasanya sayyidina Ali mendengar dari Rosulullah, dan Rosulullah saw mendengar dari malaikat Jibril as, berkata jibril as : ”Tidak ada kalimat yang lebih agung diturunkan ke bumi dari pada syahadat dua, dengan dua kalimat syahadat ini langit, bumi, bukit, pohon, daratan dan lautan bisa tegak. Jadi kalau tidak ada orang yang membaa dua kalimat syahadat dunia ini kiamat, karena syahadat itu kalimat ikhlash, syahadat itu kalimat islam, syahadat itu kalimat taqwa. Maka apabila kalimat syahadat dua didalam timbangan sebelah kanan dan disebelah kiri adalah bumi tujuh dengan langitnya, dua kalimat syahadat lebih unggul mengalahkan bumi langit yang tujuh."

Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS : Thoha:14 )

Ayat ini menunjukkan bahwa wajib bagi manusia  mengetahui Allah dengan yakin, kemudian setelah mengetahui Allah wajib bagi manusia menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, dan wajib menegakkan sholat untuk mengingat perintah-Nya.

Soal : Mengapa Habib Umar mengatakan sesudah salam dari sholat membaca kalimat syahadat  tiga kali, apakah ada hadits nya?

Jawab: Ya ada haditsnya, sebagaimana dalam kitab Adzkar An-nawawi halaman  yang artinya: Rosulullah sesudah salam dari sholat mengusap dahinya dengan tangan kanannya yang mulia kemudian membaca  ASYHADU AN LAA ILAA HAILLALLAHURROHMANURROHIM ALLAHUMMA ADZHAB ‘ANNIL HAMMA WAL HUZNA.

 

Soal  : Mengapa Rosulullah saw tidak membaca syahadat rosul sedang Habib Umar membacanya?

Jawab :  Ya karena  Rosulullah itu bersaksi bahwa dirinya itu menjadi rosul, adapun Habib  Umar itu menjadi ummatnya, maka apabila ummat jatuh kedalam syirik, murtad, wajiblah umat itu membaca dua kalimat syahadat, apalagi pada zaman sekarang ini.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Umamah, Rosulullah saw bersabda: Akan ada fitnah diakhir zaman, seseorang pada pagi hari mukmin tapi sore harinya menjadi kafir, kecuali orang yang diselamatkan oleh Allah dengan ilmu atau dengan guru, demikianlah catatan kitab Dasuki halaman 68. Maka beruntunglah bagi kita yang sangat awam dalam ilmu tauhid mau turut Habib Umar mempelajari ilmu syahadat.

Soal : Mengapa Habib Umar mengajarkan syahadat?

Jawab :Karena sesungguhnya pada zaman sekarang seringkali murtad pada perkataan , perbuatan, maupun keyakinan yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia yang sesungguhnya mereka tidak kembali kepada Islam kecuali mempelajari syahadatain.

Soal : Apa tujuan membaca dua kalimat syahadat tiga kali sesudah salam dari sholat?

Jawab: Ada tiga tujuan yaitu:

1. Agar memperoleh tetapnya iman islam pada waktu naza’ (saat akan meninggal /sekaratul maut ).

2. Agar memperoleh kemantapan syahadat saat ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir dalam qubur.

3. Agar memperoleh keselamatan dari huru-hara hari kiamat di Padang Mahsyar.

Soal  : Mengapa membaca sholawat atas Nabi saw sesudah membaca dua kalimat syahadat ? Dan apa maksudnya ?

Jawab : Maksudnya yaitu mengikuti bacaan syahadat Sayyidina Jibril sesudah memperdengarkan tahiyatan nabiyallah dan tahiyyatallah kepada Rosul-Nya.

Soal  : Apakah  boleh fi’il amar dihubungkan pada fi’il madly ?

Jawab  : Ya boleh , sebagaimana dalam kitab Al fiyah pada bab athaf yang artinya fi’il apa saja boleh di athofkan pada fi’il lagi.

Soal  : Apakah  boleh baca syahadat dua sebelum membaca istigfar ?

Jawab : Boleh, sebagaimana firman Allah dalam surat Muhammad ayat 19,                                   Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.

Soal : Apakah Rosulullah membaca syahadat sebelum baca istigfar sesudah salam dari sholat ?

Jawab  :  Ya, sebagaimana dalam keterangan Kitab Adzkar Nawawi  halaman 69 yang artinya : Dari shahabat Anas ra , adalah Rosulullah saw setelah salam mengusap dahinya dengan tangan kanan,kemudian membaca :ASYHADU AN LAA ILAA HAILLALLAHURROHMANIRROHIM ALLAHUMMA ADZHAB ‘ANNIL HAMMA WAL HAZAN. Artinya : “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang maha murah dan maha kasih, ya Allah hilangkanlah kesedihanku yang ada didalam maupun diluar.”   

Soal: Adakah dalam quran ayat yang menerangkan keutamaan syahadat ?

Jawab : Ya ada dalam surat as sajdah/ fushilat ayat 30-32 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 Menurut pendapat sebagian Ahlil Haqq bahwa istiqomah itu ada tiga macam yaitu :

  1. Istiqomah dengan lidah  yaitu membiasakan diri membaca syahadat.
  2. Istiqomah dengan hati yaitu membiasakan diri menjaga benarnya tujuan/kehendak.
  3. Istiqomah dengan badan yaitu membiasakan diri menjalankan ibadah dan taat kepada Allah.

Orang yang mati memperoleh kegembiraan  dari Allah lima macam yaitu :

  1. Pada  umumnya matinya orang-orang yang beriman  dikabarkan pada mereka , agar jangan takut pada kekalnya siksaan, kalian tidak selamanya dalam siksaan, para Nabi dan orang-orang sholeh akan memberi pertolongan untuk kalian, janganlah bersedih karena lambatnya pahala, bergembiralah kalian karena  kembali mu  ke surga.
  2. Bagi orang-orang  yang ikhlash,dikatakan kepada nya  agar jangan takut ditolak amalan kalian, sesungguhnya amal kalian akan diterima Allah dan jangan sedih dengan lambatnya pahala karena pahala kalian akan dilipat gandakan.
  3. Bagi orang-orang yang taubat , dikatakan kepadanya tak usah takut kalian berdosa , dosa kalian diampuni-Nya. Janganlah bersedih hati dengan lambatnya pahala  , Allah menggantikan kejelekanmu dengan kebajikan.
  4. Bagi orang –orang yang zuhud , dikatakan jangan kalian takut di padang mahsyar dan dihisab. Jangan kalian sedih atas kurangnya pahala maka bergembiralah kalian masuk surga tanpa dihisab dan tidak juga disiksa.
  5. Bagi Ulama yang mengajarkan kebaikan kepada manusia dan beramal dengan ilmu, dikatakan kepada mereka, janganlah takut akan keadaan nanti di hari kiamat, karena Allah akan memberi balasan kepada kalian, bergembiralah dengan surga untuk kalian dan untuk yang mengikuti kalian.  Maka berbahagialah orang-orang yang diberi kegembiraan oleh Allah pada ahir umurnya.

 Orang yang diberi kegembiraan pada umumnya yaitu orang-orang mu’min yang baik amalannya. Maka para malaikat turun kepada mereka yang istiqomah membaca syahadatnya, mereka bertanya kepada malaikat siapakah kalian ? Aku belum pernah lihat wajah yang paling bagus dan mencium bau yang paling wangi dari kalian. Malaikat menjawab :  “Aku pembina amal kalian di dunia.”

وَفِىْ قِرَأَتِهَا فَضِيْلَةٌ اَيْضَا

كَمَاوَرَدَ اَنَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُجَاءُ بِمَنْ كَانَ يَحْفَظُهَا فَيَقُوْلُ اللهُ لَهُ اِنَّ لِعَبْدِىْ هَذَا عِنْدِىْ عَهْدًا فَاَوْفِيْهِ اِيَّاهُ اَدْخِلُوْا عَبْدِىْ اَلْجَنَّةَ فَيُدْخِلُوْنَهُ مِنْ غَيْرِسَابِقَةِ عَذَابٍ ، وَمِنْ فَضْلِهَا اَنَّهَا تَقْلُعُ عِرْقَ الشِّرْكِ مِنَ الْقَلْبِ وَتَنْقَعُ مِنَ الْوَسْوَاسِ وَلِذَا اِخْتَارَهَا الْعَارِفُوْنَ فِى خَتْمِ صَلاَتِهِمْ فَيَقْرَؤُوْنَهَا  - 

Artinya :  Keutamaan syahadat nanti pada hari kiamat , akan didatangkan orang yang membina (arti dari yahfadzuha) membaca syahadat . Allah berfirman kepadanya inilah hamba –Ku,  Aku punya janji kepadanya, masukanlah hamba-Ku ke surga, maka malaikat memasukkannya dengan tidak disiksa terlebih dahulu. Dan keutamaan syahadat lainnya bahwa syahadat itu dapat menghilangkan urat syirik dari hati, dan juga dapat menghilangkan ragu-ragu dalam hati, maka dari itu orang ma’rifat memilih sesudah sholat membaca syahadat.(Tafsir Showi, Surat Al-maidah:135,)

 Keutamaan syahadat adalah Allah akan menetapkan kepada orang yang beriman dengan perkataan yang tetap(syahadat) di dunia maupun diakherat. Didunianya tidak putus-putus baca syahadat pada waktu dicoba agamanya seperti nabi Zakaria as, Nabi Yahya as, Jirjis juga Syamson  dan mereka orang yang terbunuh (Ashhabul uhdud).

 Diceritakan oleh Sahli bin ‘Imar, ia berkata aku melihat Yazid bin Harun dalam tidurku setelah wafatnya, kemudian aku menanyainya, “Apa yang Allah perbuat kepadamu?” Yazid berkata: “aku kedatangan dua malaikat yang seram, keduanya menanyakan ketuhanan, keagamaan dan kenabian , maka aku memegang jenggotku yang sudah putih, kemudian aku berkata pada dua malaikat itu, seperti inikah pertanyaanmu padaku, padahal aku telah mengajari manusia agar dapat menjawab pertanyaanmu selama 80 tahun, lalu keduanya pergi.“

Maka jelaslah orang yang membiasakan syahadat, merenungkan syahadat dalam perasaannya dan selalu bersyahadat maka akan lebih  kuat dan sempurna syahadatnya.

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata :”Barang siapa membiasakan syahadat pada waktu di dunia, maka Allah akan menetapkan syahadat padanya dalam kubur dan akan mengajarkannya.”

Soal  : Apakah membaca sholawat atas Nabi didalamnya ada keutamaan ?

Jawab  :  Ya ada sebagaimana sabda Nabi : “Barang siapa membaca sholawat padaku, maka tidak mati sebelum digembirakan dengan surga.” Dan dalam satu riwayat barang siapa membaca sholawat kepadaku seribu kali maka orang itu diberi kabar gembira dengan surga sebelum mati.”

Soal  : Bagaimana orang yang membaca sholawat kepada Nabi saw, sedang ia tidak faham artinya, apakah ia mendapat pahala ?

Jawab :  Ya , ia diberi pahala walaupun tidak faham artinya, karena ada sebagian shahabat menanyakan hal itu kepada Rosulullah , sabdanya : Allah member rohmat sepuluh bagi yang membacanya sekali, apakah bagi yang faham artinya ?  Rosulullah bersabda, tidak , bahkan tiap-tiap orang  yang baca sholawat untukku lupa artinya, Allah memberi pahala seperti gunung dan malaikat mendoakan mereka agar diampuni. Adapun bagi orang yang membaca sholawat artinya faham, maka tidak ada mengetahui pahalanya kecuali Allah.

Soal   :  Apakah memasuki agama  Islam membutuhkan saksi ?

Jawab  : Ya, seperti dalam firman Allah dalam surat Al Fath ayat 8, artinya :”Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan(bagi ummat yang tidak mau menjalankan perintah Kami).”

Soal  : Berapa rukun syahadat ?

Jawab : Ada enam, yaitu

  1. Niat
  2. Orang yang menjadi saksi adalah para Nabi, para Wali dan orang muslim.
  3. Yang disaksikan adalah Allah dan Rosul.
  4. Orang yang disaksikan yaitu orang yang musyrik pada Allah dan mengingkari kepada Rosul-Nya.
  5. Perkara yang disaksikan yaitu tetapnya sifat ketuhanan dan keesaan Allah.
  6. Bentuk ucapannya yaitu dengan lapadz asyhadu atau terjemahnya, tidak di bolehkan dengan kata lainnya.

Soal   : Berapa yang membatalkan syahadat tauhid ?

Jawab :  Hal-hal yang membatalkan syahadat tauhid ada  enam yaitu

  1. Ragu-ragu adanya Allah swt.
  2. Ragu-ragu tehadap keesaan Allah.
  3. Ragu-ragu terhadap ciptaan Allah.
  4. Ragu-ragu terhadap kitab Allah.
  5. Ragu-ragu terhadap adanya hari akhir.
  6. Ragu-ragu terhadap takdir Allah.

Soal  : Berapa hal yang membatalkan syahadat rasul ?

Jawab : Ada  empat hal yaitu :

  1.  Ragu-ragu tehadap risalah Rosulullah.
  2. Ragu-ragu terhadap sabda Rosulullah.
  3. Ragu-ragu tehadap perintah Rosulullah.
  4. Ragu-ragu terhadap kebenaran Rosulullah.

Soal  : Berapakah sempurnanya Iman/ syahadat ?

Jawab  :  Tiga hal kesempurnaan Iman yaitu :

  1. Mengucapkan dengan lisan.
  2. Membenarkan dalam hati.
  3. Melaksanakan dengan badannya, seperti mengerjakan sholat lima waktu dan semacamnya juga mengikuti sunnah Nabi.

Barangsiapa yang tidak mau mengucapkan syahadat dua,  maka orang itu masih dalam ketetapan hukumnya kafir. Dan barangsiapa tidak membenarkan adanya Allah satu dan tidak membenarkan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah maka orang itu munafik. Allah akan mengekalkan dalam neraka selama-lamanya. Barangsiapa yang tidak melaksanakan perintah, maka orang itu disebut orang fasik.  Barang siapa yang tidak mau mengikuti sunnatun nabi maka orang itu disebut ahli bid’ah, orang yang sesat wajib baginya bertobat. Adapun sunnah itu ialah mengikuti Nabi dan Ahli Baitnya.

Maka wajiblah bagi orang yang batal akan syahadatnya (keislamannya) segera mengulang kembali dua kalimat syahadat.

Rosulullah saw bersabda : barang siapa mengucapkan kalimat tauhid maka keluarlah dari mulutnya burung hijau yang mempunyai dua sayap berwarna putih dengan hiasan intan dan yaqut, burung itu naik ke langit dengan suara yang mendengung dibawah arsy laksana suara tawon/lebah. Burung itu disuruh diam tetapi tidak mau diam,burung itu berkata aku tidak mau diam  ya Allah, sebelum Engkau mengampuni dosa sahabatku. Kemudian Allah mengampuni dosa orang yang membaca kalimat tauhid itu. Sesudah Allah mengampuni dosanya , Allah menjadikan burung menjadi 70 lisan yang semuanya meminta ampunan kepada Allah untuk orang yang membaca kalimat tauhid sampai hari kiamat. Setelah tiba hari kiamat burung itu mendatangi orang yang mengucapkan kalimat tauhid kemudian burung itu menuntun dan menunjukannya ke surga. (Tanqihul Qaul hal.19)

Berkata  sebagian dari para ulama, bahwa kalimat tauhid itu ada dua belas hurup , maka tidak boleh tidak padanya dua belas fardlu yaitu: enam didalam dan enam diluar. Yang diluar yaitu: bersuci/ thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji, jihad(berperang dijalan Allah). Adapun yang enam didalam yaitu : tawakal, pasrah, sabar, ridho, zuhud, dan taubat.

Adapun yang dimaksud jihad adalah berperang atau memerangi orang yang mencegah agama Islam, disebut jihad kecil dan memerangi hawa nafsu disebut jihad akbar.

Tawakkal adalah tenangnya hati kepada Allah,  terhadap perkara yang tidak mampu dikerjakannya.

Pasrah adalah menyerahkan seluruh perkara kepada Allah swt, dan itu lebih tinggi tingkatannya dari tawakkal.

Sedangkan zuhud adalah tidak mengandalkan apa yang ada pada manusia, tetapi lebih mengandalkan  apa yang dikehendaki Allah swt. Bukanlah zuhud apabila meninggalkan halal demi menundukan harta.

Fadlilah membaca istigfar.

Dari Ibnu Abbas ra : Barang siapa membaca istigfar maka Allah menjadikan setiap kesedihan menjadi kegembiraan dan  setiap kesulitan mendapatkan jalan keluar, dan Allah memberi rizki tanpa sangkaan lagi  (HR. Abu Daud, Nasa’I,  Ibnu Majah, Hakim)

Nabi saw bersabda :  Setiap penyakit ada obatnya, adapun dosa obatnya istighfar (Tanqihul Qoul hal.32)

Keutamaan membaca surat yasin

Nabi saw bersabda : Setiap perkara mempunyai hati, hatinya qur’an adalah surat yaasin, barang siapa membaca surat yaasin sekali maka Allah menuliskannya sepuluh kali.

Nabi saw bersabda : “Dimana ada orang muslim dan muslimat dibacakan keduanya surat yasin , sedangkan mereka dalam keadaan sekaratul maut, maka Allah menurunkan atasnya, tiap-tiap satu hurup sepuluh malaikat,malaikat tersebut berdiri dimukanya dengan berbaris, memohon rahmat dan ampunan  Allah kepadanya , dan menghadiri dimandikannya serta melayat jenazah orang tersebut sampai ke kuburan.”

Keutamaan surat waqi’ah

Ibnu Mas’ud berkata: sesungguhnya aku mendengar Nabi saw bersabda : barang siapa yang membaca surat waqiah setiap malam, maka orang tersebut tidak pernah terkena fakir selamanya(Tafsir Sowi, juz 4 no 152)

(Draft tulisan pa Bukhori th 2003 dari masayih)



Dikirim pada 01 Oktober 2012 di asysyahadatain
comments powered by Disqus
Profile

berusaha memperbaiki diri dan berharap syafaat para pemberi syafaat More About me

Page
Tag
berjalan

    Sedia DVD ROSETTA STONE/SOFTWARE BELAJAR MULTI BAHASA cuma Rp15.000/DVD hubungi 081324405889! maaf sedang di Brunei

quote

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

    Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

    Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."(QS. Thoha:124-126)

    “Ya Allah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan dari azab neraka ,dari fitnah kehidupan dan setelah kematian dan dari buruknya fitnah Dajjal.(HR. Bukhori -Muslim)”

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan orang yang menindas(ku)(HR. Bukhori). ”

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 637.907 kali


connect with ABATASA