0
13 Jan
Dikirim pada 13 Januari 2013 di asysyahadatain

Sesuai harapan pembaca di cbox  : “Never failed to give fresh & superb info for all your readers! Already LIKE your FB and bookmark your site! Waiting your further update!” daripada tak ada bahan saya ceritakan aja yang saya ingat dari perjalanan kaliwonan, sekedar informasi bahwa di mesjid Abah Umar Panguragan biasanya ada kegiatan pada malam jumat kaliwon, tanggal 8 mulud dan 20 Rajab.

Sudah lama saya tak ke Panguragan, alhamdulillah ada tumpangan (Pa Abu) yang mengajak ke sana , sebelumnya kira-kira jam 14.00 ada pengajian dulu di Desa Sukamukti, sedikit yang saya ingat sebelum semuanya lupa, 7 zaman dan pembawa syahadat, 5 diantaranya di Arab yaitu Nabi SAW, Imam Ali KW, (3 nya lupa, insy. nyusul) dan  2 di Jawa yaitu Syarif Hidayatullah Gunung Jati dan Habib Umar bin Ismail bin Yahya. Wirid syahadat pertama untuk menyelamatkan dari fitnah dunia terkhusus pada saat sakaratul maut, wirid syahadat kedua selamat di alam barzarh khususnya dalam menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, syahadat ketiga untuk selamat di alam akherat. Nadzom abah : “ sebab syahadat elmuna jadi manfaat – Nyelamataken dunia sampe akherat.”

Singkat cerita setelah pengajian itu, kami melanjutkan ke Panguragan, magrib dan Isya berjamaah dan selesai shalat witir, kami  ke rumah Abah Amang berjalan sebentar dari Masjid Panguragan untuk acara Tawassul, marhabanan dan ikrar bagi 2 kerabat pa Abu, yang saya ingat dari pertemuan dengan Abah Amang, Beliau mengingatkan bahwa murid Abah Umar terbagi 3 golongan : 1. Ashhabul Yamin, Orang bodoh yang mengikuti semua apa yang di bawa oleh Abah Umar, yang bakal selamat. 2. Ashabus sima dan 3. Ashhabul mal, dua terahir ini bakal celaka karena tak menuruti Abah Umar tak peduli apakah dia itu Ustadz, kyai atau Habib. Kemudian Beliau juga  mengingatkan bahwa pada pembacaan pembuka marhabanan, pada kata ya robbi – bi-nya dengan di baca panjang, itu yang dicontohkan Abah Umar. Seperti pada bacaan   ya robbii sholli ‘alaa Muhammad – ya robbii sholli ‘alaihi wasallim demikian juga kalimat yang lain, terkhusus pada dua terahir yakni Ya robbii washlih kulla mushlih ya robbi wakfi kulla mu’di dan ya robbii nakhtim bil musyaffa’ di baca bii nya lebih panjang. Dan pada pembacaan Barjanzi , kalimat bismillahirrohmanirrohim- nya diawal saja.

Selesai acara marhabanan lalu makan-makan yang disediakan tuan rumah, setelah makan , saya ke teras depan mengobrol dengan yang  jamaah lainnya  sementara Pa Abu menyaksikan ikrar dua kerabatnya dan masih banyak juga jemaah yang mengikuti ikrar diikuti dengan wejangan dari abah Amang.

Ada beberapa yang saya ingat dari obrolan di teras depan diantaranya bahwa Asysyahadatain berencana menjadi organisasi yang besar memiliki rumah sakit , sekolah dan memakmurkan anggotanya, diantara langkahnya yaitu dengan menanam sejuta pohon Jati bongsor (jabon) yang dalam tempo 5 tahun pohon jabon itu bisa berdiameter 30 cm, teknis pelaksanaan kerja sama dengan pemilik lahan lagi  di rencanakan,  mudah-mudahan terlaksana, aamiin. Ada lagi yang menarik yaitu pembicaraan Pa Asep (sekjen) dan pa Agus (staf pesantren Munjul), Pa Asep bercerita bahwa diantara muridnya ada yang berprofesi sebagai mbah dukun, bahwa muridnya itu kadang bertanya yang di luar pengetahuan nya dan membuatnya repot, tapi ketika di jawab Pa Asep dengan sekenanya tapi jawaban itu justru benar n manjur. Diantara ceritanya: Muridnya berkata: guru ko setelah ke asysyahadatain khodam ku pada kabur, Pa Agus menyela kan ada khodam yang lain . Muridnya berkata guru saya lagi di suruh mencegah hujan, di kemanain? Pa Asep yang lagi berkendara menjawab di sini juga hujan coba aja pindahin ke daerah anu (menyebut nama daerah sekenanya, tapi ternyata benar bahwa daerah itu jadi hujan lebat). Pernah Pa Asep yang sedang rapat dengan seorang professor dan petinggi asysyahadatain tentang program penanaman Jabon, di telpon, kata muridnya : Guru saya disuruh menghilangkan susuk gimana caranya,  dijawab bertawassul aja, tapi benar terbukti manjur! Saya tertawa mendengar cerita ini. Pa Asep meminta solusi, apa di Pesantren Munjul ada yang menerima untuk di jadikan murid, tapi ternyata di Munjul hanya menerima santri SMA ke bawah, lalu disaranin ke Pa Amir di Wanantara, Pa Asep menjawab saya ingin yang lebih banyak porsi pengetahuan asysyahadatain-nya daripada ilmu hikmahnya, sebegitu perhatiannya pada muridnya, nih pa Asep!  Pembicaraan terhenti karena Pa Abu sudah selesai acara ikrarnya, terus terang saya belajar banyak akhlak dan kerendah-hatian dari para senior .    



Dikirim pada 13 Januari 2013 di asysyahadatain
comments powered by Disqus
Profile

berusaha memperbaiki diri dan berharap syafaat para pemberi syafaat More About me

Page
Tag
berjalan

    Sedia DVD ROSETTA STONE/SOFTWARE BELAJAR MULTI BAHASA cuma Rp15.000/DVD hubungi 081324405889! maaf sedang di Brunei

quote

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

    Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

    Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."(QS. Thoha:124-126)

    “Ya Allah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan dari azab neraka ,dari fitnah kehidupan dan setelah kematian dan dari buruknya fitnah Dajjal.(HR. Bukhori -Muslim)”

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan orang yang menindas(ku)(HR. Bukhori). ”

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 637.915 kali


connect with ABATASA