close
close
0
Dikirim pada 17 September 2013 di Resensi Buku dan Artikel

Buku API SEJARAH karya Ahmad Mansyur Suryanegara  sepertinya salah satu buku sejarah yang patut untuk di baca. Sesuai dengan tulisan yang tercetak di sampul luar bukunya seperti itulah buku itu !

“Buku yang akan mengubah drastis pandangan anda tentang sejarah Indonesia , mengungkap yang tersembunyi dan di sembunyikan , buku terbaik kategori nonfiksi dewasa  pemenang IBF Award 2010, IKAPI DKI JAKARTA.”

Diantara komentar dari pembacanya , “Buku ini sungguh kaya dengan bukti-bukti  kesejarahan tentang peran aktif ulama dan santri dalam menegakkan NKRI,sekaligus banyak menampilkan figur keteladanan  bagi generasi bangsa saat ini, buku Api Sejarah, terbit pada saat yang tepat ketika bangsa ini membutuhkan simpul-simpul keteladanan. ” (Hidayat Nur Wahid ketua MPR RI 2004-2009)

“Sejarah memang sarat dengan kepentingan, itu sebabnya banyak manipulasi di dalammya , sayangnya kesadaran sejarah di kalangan umat islam sangat rendah, padahal dahulu kita memiliki Sejarawan-sejarawan yang unggul seperti Thabari, Mas’udi, Ibnu Hisyam, Ibnu al Atsi, Ibnu Khaldun, dan masih banyak lagi. Karena itu bahan yang di tulis Ahmad Mansyur  suryanegara ini sangat berharga untuk menjernihkan sejarah. Semoga banyak lagi Sejarawan Islam yang memiliki kepedulian seperti beliau. ”(Prof. DR.H.Afif Muhammad, M.A ,  Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati, Bandung  )

“Banyak masyarakat awam dan cendekiawan muslim mengira penulisan sejarah yang benar adalah yang pernah di tulis terlebih dahulu oleh sejarawan Belanda, melalui Api Sejarah, Ahmad Mansyur Suryanegara  mengungkap upaya deislamisasi penulisan sejarah Indonesia, yang sudah berlangsung cukup lama , disajikan dengan lengkap, buku yang menarik untuk disimak” (Harian Umum Pikiran Rakyat)

“Api sejarah ini sungguh layak diapresiasi , sebuah buku yang berani mem BONGKAR, de islamisasi penulisan sejarah bangsa Indonesia.” (Ust. Hari Moekti, mantan Rocker) dan masih banyak komentar lainnya dari Dr.KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, pimpinan ponpes modern  Darus salam Gontor.juga dari Prof. Dr. H. Miftah faridl, ketua MUI Kota bandung. Dan lain-lain.

Diantara isi dari buku tersebut yaitu tentang  asal bendera merah putih, Hari Kebangkitan Nasional yang tak layak jika di peringati pd tanggal 20 Mei  terkait pendirian Budi Utomo, upaya sistematis deislamisasi PENJAJAH Belanda, Perjuangan santri dan ulama , kesalahan pada diorama , dan masih banyak lainnya.

Saya kasih bocoran halaman  346, Buku Api sejarah,

Mr. A.K . Pringgodigdo,1960 dalam sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia , menuliskan bahwa Konggres, Boedi Oetomo di Surakarta (6-9 april 1928) memutuskan BO  menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia, walaupun sebenarnya BO  sudah berusia 20 tahun (1908-1928 M), keputusannya tetap menolak  pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia! Artinya BO bersikeras menjadikan organisasi tertutup bagi segenap suku bangsa Indonesia lainnya walaupun hanya sebatas anggota, hal ini karena BO hanya untuk bangsawan jawa, tetapi terbuka bagi bangsa yang dipersamakan haknya dengan orang Eropa , dengan alasan China sebagai warga negara kelas dua, dan Belanda sebagai warga Negara kelas satu, mereka dapat diterima sebagai anggotanya sebaliknya suku bangsa Indonesia lainnya luar jawa dan suku bangsa jawa non bangsawan tidak dapat diterima sebagai anggotanya.

Dari realitas sejarah BO jelas-jelas menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia , tetapi mengapa di putuskan hari lahirnya 20 mei 1908 , sebagai hari kebangkitan nasional,? Tidaklah lebih tepat  bila dinilai sebagai hari kebangkitan Feodal Jawa?   

 



Dikirim pada 17 September 2013 di Resensi Buku dan Artikel
comments powered by Disqus
Profile

berusaha memperbaiki diri dan berharap syafaat para pemberi syafaat More About me

Page
gtranslate
berjalan

    Sedia DVD ROSETTA STONE/SOFTWARE BELAJAR MULTI BAHASA cuma Rp15.000/DVD hubungi 081324405889!

quote

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

    Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

    Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan."(QS. Thoha:124-126)

    “Ya Allah , sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan dari azab neraka ,dari fitnah kehidupan dan setelah kematian dan dari buruknya fitnah Dajjal.(HR. Bukhori -Muslim)”

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan orang yang menindas(ku)(HR. Bukhori). ”

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 202.810 kali


connect with ABATASA